Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Anak Usia Dini saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah membawa banyak perubahan di segala bidang, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Seperti yang sudah kita ketahui, semenjak pandemi ini berlangsung, kegiatan belajar mengajar di seluruh dunia mengalami pergeseran dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

Setelah lebih dari satu tahun pandemi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akhirnya memutuskan untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Rencana tersebut diketahui akan mulai dilaksanakan bersamaan dengan penyelesaian program vaksinasi pada seluruh tenaga pendidik yang ditargetkan dapat selesai pada bulan Juni 2021.

Sekolah-sekolah yang tenaga pendidiknya sudah mendapatkan vaksin secara menyeluruh diwajibkan untuk menyediakan pilihan pembelajaran tatap muka terbatas serta pembelajaran jarak jauh. 

Jadi, sekolah-sekolah dapat menyelenggarakan proses belajar mengajar dengan cara hybrid learning yaitu campuran antara pembelajaran online dan tatap muka. Sebagai contoh, dalam seminggu sebagian anak dapat belajar di sekolah selama 2 hari dan 3 hari yang lain dapat belajar dari rumah. Pemberlakuan sistem rotasi ini akan diserahkan pada masing-masing sekolah sesuai ketentuan, kesepakatan dan kemampuan yang dimiliki.

Pemerintah sendiri menargetkan agar seluruh sekolah dapat menjalankan sistem pembelajaran tatap muka terbatas pada Juli 2021. Meskipun demikian, keputusan terakhir tetap ada di tangan orang tua. Apakah orang tua mengizinkan anaknya kembali ke sekolah atau tidak. 

Anda sebagai orang tua perlu melakukan berbagai persiapan agar anak dapat kembali belajar di sekolah dengan aman dan nyaman, terutama jika saat ini Anda memiliki anak-anak usia dini . Tentunya persiapan pembelajaran tatap muka untuk anak-anak TK memiliki lebih banyak tantangan dibandingkan tingkatan yang lain. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan.

3 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka untuk Taman Kanak-kanak

1. Mengajarkan protokol kesehatan pada anak Anda

Persiapan yang pertama adalah melatih agar anak mau menerapkan protokol kesehatan di manapun mereka berada. Ajari anak untuk mencuci tangan sebelum mereka pergi dan ketika mereka pulang sekolah, sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah bersin.

Ajarkan juga kebiasaan agar anak mau menggunakan hand sanitizer setelah mereka memegang permukaan benda yang sering disentuh oleh banyak orang seperti gagang pintu, meja, kursi, atau yang lain. Oleh karena itu, jangan lupa membekali anak dengan hand sanitizer saat mereka pergi ke sekolah.

Hal penting lainnya yang perlu diterapkan adalah memastikan anak untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi serta terbiasa menggunakan masker dalam waktu yang lama. Hal ini dapat membantu memberikan perlindungan pada anak ketika mereka beraktivitas di luar rumah. 

2. Ajari anak kemampuan bersosialisasi dengan aman

Dibukanya kembali sekolah akan memberikan anak-anak kesempatan untuk bertemu dengan teman-temannya. Setelah masa pembatasan sosial yang begitu lama, momen ini tentu sangat ditunggu oleh anak-anak. Meskipun demikian, Anda perlu mengajarkan bagaimana cara mereka untuk bisa bersosialisasi dengan aman agar terhindar dari paparan virus.

Kemampuan bersosialisasi memang menjadi salah satu aspek penting yang akan mempengaruhi perkembangan anak. Namun di masa pandemi ini, ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan agar anak tetap dapat bersosialisasi secara aman. Contohnya seperti memastikan anak tetap menggunakan masker ketika berbicara atau berinteraksi dengan teman, tidak saling meminjamkan barang, tidak berbagi bekal makanan, dan tidak berpelukan.

3. Menumbuhkan dan mendorong minat belajar pada anak

Persiapan selanjutnya adalah mendorong dan menumbuhkan kembali minat anak pada belajar. Hal ini juga perlu Anda perhatikan mengingat selama masa pandemi anak-anak mendapatkan pengajaran dengan sistem online dalam jangka waktu yang lama.

Kurangnya fasilitas, penguasaan teknologi yang kurang baik, serta transfer pengetahuan yang tidak terjadi secara langsung dapat menjadi faktor penyebab menurunnya minat anak terhadap belajar. Oleh karena itu, sebelum anak-anak kembali masuk ke sekolah, maka Anda perlu menumbuhkan kembali minat tersebut.

Seperti yang kita ketahui, Taman Kanak-Kanak merupakan tempat untuk bermain dan belajar. Jadi, melakukan permainan edukasi di rumah dapat menjadi cara terbaik untuk kembali menumbuhkan minat mereka dalam persiapan kembali ke sekolah. 

Tetapi, bagaimana caranya agar anak tidak merasa jenuh? Para orang tua yang sibuk tentu merasa bingung dalam memberikan kegiatan yang menarik dan bervariasi pada anak setiap hari.

Untuk itu, Anda dapat menggunakan Play Smart Workbooks Ages 4+ dari Gakken. Seri buku aktivitas ini sudah dirancang secara khusus untuk anak-anak berusia 4 tahun ke atas, dilengkapi dengan berbagai aktivitas yang menarik seperti permainan memotong dan menempel, labirin, puzzle, permainan angka, menghubungkan titik, dan berbagai aktivitas menarik lainnya. Buku ini juga telah terbukti bermanfaat bagi jutaan anak di seluruh dunia.

Gakken Book
Gakken Play Smart Workbook

Dengan Play Smart Workbook Ages 4+, anak-anak dapat belajar hal yang berbeda setiap hari dengan cara yang menyenangkan. Selain mampu mengembangkan minat  belajar, berbagai aktivitas edukasi yang disediakan Play Smart Workbook dari Gakken juga mampu mengasah keterampilan anak mulai dari motorik halus, kognitif, bahasa, pemecahan masalah, serta dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi yang tentu sangat membantu ketika mereka kembali belajar di sekolah.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai buku ini, silakan klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.