Kesibukan Maliq, Si Kakak Serbabisa Selama di Jepang

Mina san, konnichiwa! Kembali lagi dengan saya, Hayu. Kali ini saya ingin bercerita tentang keseharian Maliq, seperti kegiatannya di sekolah maupun di rumah!

SD Negeri di Jepang tempat Maliq bersekolah terbilang sangat dekat dari apartemen yang kami sewa, sekitar 400 meter saja. SD Negeri di Jepang memang menetapkan aturan zonasi dalam penerimaan murid. Setiap pagi pukul 8.15, Maliq berkumpul di gang yang sudah ditentukan sesuai  regu yang terdiri dari anak-anak yang tinggal berdekatan dan telah ditetapkan untuk berangkat bersama. Regu ini pun dikawal ke sekolah oleh perwakilan orang tua murid, yang ditetapkan secara bergilir.

Untuk SD Maliq sendiri, fasilitasnya sangat lengkap. Gedung olahraga yang merangkap aula sekolah, lapangan bola yang cukup besar, dan kolam renang yang digunakan hanya ketika musim panas. Maliq sangat menikmati seluruh kegiatan yang dilalui di sini!

Setiap istirahat siang, setelah makan obento, biasanya Maliq bermain dodge ball dengan guru dan teman-temannya. Setelah sekolah selesai, ada kegiatan tambahan yang bebas diikuti anak-anak, yaitu Kids Paretto. Ini adalah waktu bebas bagi anak-anak untuk bermain apa saja di sekolah, seperti sepak bola, jungle gym dll. Maliq pun tak pernah kelewatan ikut kegiatan tersebut. Biasanya kegiatan Kids Paretto selesai sebelum pukul 5 sore. 

Kesibukan Maliq tidak berhenti sampai di situ, setelah pulang sekolah, Maliq biasanya langsung menemani adiknya, Mikail, bermain. Saat Bunda ada kuliah, atau Ayah sedang bekerja paruh waktu, tak jarang Maliq dan Mika ditinggal hanya berdua di apartemen. Maliq mulai belajar mandiri sejak kami tinggal di Tokyo. Dia selalu bisa menjadi abang yang diandalkan, karena dia pun bisa mengasuh Mika yang saat itu berusia 3 tahun. Ketika Ayah Bunda tidak ada, Maliq-lah yang bertanggung jawab atas Mika, mulai dari memasak, memberi makan, memandikan (lebih tepatnya mandi bareng), sampai ke urusan toilet. Nggak heran, Mika sangat sayang sama Abang Maliq! Bukan cuma sebagai “babysitter” adiknya, Maliq juga membantu cuci piring, mengambil jemuran dan belanja bahan makanan di mini market terdekat. Maliq pun sudah bisa berkomunikasi menggunakan gawai yang ada di rumah untuk menghubungi Ayah Bunda  sehingga kondisi anak-anak selalu bisa dipantau oleh kami.

Sebagai hadiah atas bantuannya, Maliq biasanya minta jajan es krim ataupun minuman ringan di warung dekat rumah. Saking seringnya jajan, Maliq pun akrab dengan pemilik warung. Ketika kami meninggalkan Tokyo, beliau memberi hadiah perpisahan kaos sebuah brand minuman edisi terbatas. Maliq memang mudah akrab dengan orang lain!

Tapi, namanya masih anak kecil, ada kalanya si Sulung ngambek nggak mau ngapa-ngapain atau males-malesan ketika diminta melakukan sesuatu. Biasanya Bunda memberi sogokan jajanan tambahan, biar Maliq semangat membantu, hehe!

Sampai di sini kisah keseharian si Sulung yang super padat setiap harinya. Alhamdulillah Maliq selalu menjalani hari-harinya di Tokyo dengan senang! Kita jumpa lagi di episode cerita selanjutnya, saya akan menceritakan bagaimana Maliq bisa beribadah di sekolah! Mata ne (Sampai jumpa)!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.