Cara Mengasah Keterampilan Motorik Halus pada Anak

Perkembangan keterampilan motorik halus pada anak merupakan proses penting untuk meningkatkan fungsi dan kemampuan gerak dasar dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh terhadap interaksi sosialnya. Keterampilan motorik halus ini mencakup kemampuan untuk menggerakkan bagian-bagian tangan dan tubuh yang membutuhkan kontrol dan akurasi tinggi (hal ini sejalan dengan perkembangan “keterampilan motorik kasar” yang melibatkan fungsi otot-otot besar yang memungkinkan anak untuk bisa menjaga keseimbangan dan kekuatan).

Keterampilan dasar ini sangat penting untuk koordinasi dan kontrol anggota tubuh saat dewasa. Biasanya, proses perkembangan keterampilan ini berlangsung dengan tahapan sebagai berikut: bayi berusia 3 bulan mulai memiliki kemampuan untuk mengayunkan tangan dan memasukkan tangan ke dalam mulut; bayi berusia sekitar 2 tahun akan memiliki kemampuan untuk memegang dan memainkan benda seperti krayon dan wadah; dan saat anak berusia 5 – 6 tahun, mereka dapat menunjukkan perilaku yang mencakup tingkat koordinasi otot halus yang lebih baik, seperti mengikat tali sepatu serta menggunakan pisau untuk memotong sayuran.

Oleh karena itulah, mengasah keterampilan motorik halus sejak dini perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan yang pada akhirnya akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, selain itu keterampilan ini juga menjadi aspek kunci dalam proses perkembangan anak secara umum. Namun, perlu orang tua ketahui bahwa tidak semua anak bisa mencapai perkembangan yang diinginkan dalam waktu yang sama karena pada kenyataannya anak-anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda dalam berbagai hal, tidak hanya pada keterampilan perkembangan motorik halus saja tetapi mencakup berbagai kemampuan lainnya. Oleh karena itu, anak dengan gangguan fungsi motorik mungkin dapat mengalami kesulitan dalam mengontrol dan mengoordinasikan gerakan dasar. Meskipun demikian, orang tua tidak perlu khawatir karena ada berbagai macam latihan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari oleh anak-anak untuk meningkatkan kemampuan dasar tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

1. Melukis dan Menggambar

Melukis bukan hanya hobi yang bagus bagi anak-anak, namun juga berguna untuk meningkatkan daya kreatifitas dan artistik, serta menjadi salah satu cara yang bermanfaat pula untuk mengasah keterampilan motorik mereka. Kegiatan menggambar membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan, serta melatih kemampuan anak untuk menggerakkan tangan dengan cara yang tepat dan spesifik untuk mendapatkan gambar yang mereka inginkan. Cara yang tepat untuk mulai melatih anak-anak usia dini adalah dengan mengajak mereka melukis menggunakan jari. Namun, ketika anak-anak sudah mulai tumbuh maka akan lebih bijaksana jika Anda mengajak mereka beralih dari melukis menggunakan cat jari menjadi menggunakan krayon atau kuas. Pada dasarnya, kegiatan ini memungkinkan anak untuk bisa mempraktikkan penggunaan handling tools yang berperan penting dalam pengembangan keterampilan motorik halus.

2. Bermain dengan tanah liat

Adonan tanah liat sering kali dianggap sebagai mainan yang tidak terlalu menarik untuk membuat anak-anak sibuk sementara waktu. Meskipun demikian, permainan tanah liat sebenarnya memiliki beragam manfaat lebih dari apa yang dipikirkan banyak orang. Selain dapat dipergunakan untuk mengasah kemampuan sensorik anak, tanah liat juga dapat digunakan untuk mendorong perkembangan motorik halus karena saat anak bermain dengan adonan tersebut, mereka akan melakukan berbagai latihan gerakan seperti meremas, meregangkan, menggulung dan membentuk. Jika semua gerakan tersebut dilakukan setiap hari dan konsisten, pada akhirnya hal tersebut dapat berkontribusi pada keterampilan koordinasi secara keseluruhan dan mampu meningkatkan ketangkasan tangan anak.

3. Berkebun

Cara mengasah keterampilan motorik halus yang satu ini mungkin menjadi cara yang cukup mengejutkan di antara daftar yang tersedia, mengingat berkebun umumnya dianggap sebagai kegiatan untuk orang yang lebih dewasa. Meskipun demikian, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena menanam dan merawat kebun dapat melibatkan banyak “pekerjaan tangan” dan konsentrasi dengan jari yang berguna untuk anak. Misalnya, pemindahan bibit mengharuskan seseorang untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dengan alat berkebun dan tanaman, menggali lubang yang cukup besar atau kecil, dan kemudian membawa tanaman ke dalam lubang itu. Tentunya, terdapat berbagai macam kemampuan dan peralatan yang bisa dipelajari seorang anak agar dapat merawat banyak tanaman pada sebuah taman dengan benar. Kegiatan ini membutuhkan fokus, ketangkasan tangan, dan kemampuan untuk memahami proses langkah demi langkah.

4. Origami

Bermain origami adalah cara mengasah keterampilan motorik halus yang baik untuk meningkatkan ketangkasan jari anak dan sudah terbukti secara ilmiah. Penelitian tersebut dilakukan oleh kelompok belajar CABI Tanggamus pada lima belas anak. Dalam penelitian ini, anak-anak diamati secara keseluruhan baik sebelum maupun sesudah pengujian terkait penggunaan otot jari kecil serta kemampuan “menggunakan jari dan pergelangan tangan yang telah ditentukan”. Dari rentang skor tes antara 0-72, selama masa pra-tes anak-anak mendapat skor rata-rata 26. Sebaliknya, setelah melakukan kegiatan origami secara teratur, kelompok tersebut mendapat skor rata-rata 58, sehingga membuktikan bahwa melakukan kegiatan origami secara teratur di masa kritis perkembangan seorang anak dapat sangat meningkatkan ketangkasan jari mereka. Ayah dan Bunda dapat mempelajari lebih lanjut tentang aktivitas dan produk origami Gakken di sini.

Jadi, ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak secara keseluruhan, tidak hanya dalam hal melatih ketangkasan tangan. Salah satu cara untuk melakukannya secara terorganisir dan menyenangkan adalah dengan memanfaatkan Gakken Play Smart Workbook yang berisi berbagai kegiatan untuk melatih otak anak seperti mewarnai dan bermain dengan puzzle yang menarik. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.